Sabtu, 31 Oktober 2009

Laskar Bojonegoro Bersatu Wujudkan Bojonegoro Matoh

segenap siswa di SMAN 2 Bojonegoro terlihat begitu antusias saat membaca update status dari guru TIK SMADaBO Bpk Prawoto. update status beliau berisikan himbauan untuk mengunjungi stand SMADa di Lifeskill Bojonegoro. Lifeskill yang diadakan di SMT (Sekolah Model Terpadu) di pinggiran kota Bojonegoro yang akan dibuka mulai tanggal 30 Oktober 2009 - 1 November 2009.
Acara pembukaanna pun sangat ramai. berbagai stand telah didekorasi berdasarkan tema yang telah ditentukan oleh sekolah masing - masing. halaman SMT yang sangat luas, membuat stand tiap sekolah lebih lebar dan dapat dengan leluasa menampilkan kreasi - kreasinya.
acara Lifeskill yang diikuti oleh siswa SMP hingga SMA se-Kabupaten Bojonegoro dibuka pada pukul 09.00 di GOR SMT yang ditandai dengan upacara pembukaan oleh bapak vupati bojonegoro dan gunting pita oleh Ibu Bupati. hiruk pikuk warga Bojonegoro sangat jelas terlihat. berbagai status sosial dan ekonomi turut ikut andil. mulai dari sejumlah perwakilan siswa SMP yang menjadi penerima tamu, wartawan, staff pengajar, kepala sekolah, dan pejabat pemerintah serta pendidikan. warna asli budaya Bojonegoro benar - benar terlihat disini. para siswa SD sampai SMA se-Kabupaten bersatu untuk memberi sambutan pada mereka yang hadir. berbagai suguhan mulai dari karawitan, hadrah, oklik bahkan tarian modern dan tradisional bisa padu tanpa menonjolkan perbedaan. alunan lagu "Kutho Ledre" dan "Mbangun Deso" benar - benar meresap dalam hati dan membuat pendengarnya ikut bangga atas apa yang kita sebut sebagi budaya.
lagu - lagu daerah yang begitu menyentuh kalbu langsung berganti dengan cambukan - cambukan semangat saat mendengar sambutan Bpk. Zaenudin dan Bpk. Suyoto.
sambutan pertama dari Bpk. Zaenudin selaku Ketua Panitia dan Ketua Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro untuk selalu berkreasi dan tidak selalu mengharapkan bantuan dibenarkan oleh Bpk. Suyoto atau akrab kita sapa Kang Yoto selaku Bapak Bupati Bojonegoro. Beliau (Kang Yoto.red) menuturkan bahwa mayoritas siswa, kurang lebih sekitar 90% menginginkan bekerja disektor formal. entah itu Guru, TNI, Polri, Dokter, dll.
"mereka ingin sukses disektor formal" ungkap Kang Yoto.
"namun sektor formal itu hanya menyerap sekitar 10% tenaga kerja yang ada" lanjutnya.
jadi bisa ditarik kesimpulan, bahwa sisanya yakni 80 % akan merasa gagal. semua orang terlanjur memiliki pandangn bahwa bekerja di sektor formal adalah lebih baik.
"tapi yakinlah, bahwa bekerja dengan mengandalkan kreatifitas akan lebih baik" imbuh beliau.
kita sebagai generasi penerus bangsa jika hanya mengandalkan otak tanpa mengandalkan kreatifitas, pasti akan kalah saing.
jangan hanya menggantukan perekonomian pada wadah yang telah ada. semestinya buatlah wadah baru yang bisa menyerap tenaga kerja.
dan untuk itulah Lifeskill ini duiadakan. menunjukkkan kreatifitas dan produk yang dapat dihasilkan dari kreasi itu. menjadi orang pandai yangsukses lebih sulit daripada menjadi orang pandai tapi merasa gagal.
semoga Bojonegoro kita bisa lebih maju dan tetap menjadi Bojonegoro Matoh!!

Jumat, 16 Oktober 2009

Dikenal Tapi Tak Mengenal

Pernah menjadi kota kecil terbersih di era 70-n maupun 80-an merupakan kebanggaan tersendiri bagi Bojonegoro. Sebuah kota kecil yang turut menghias salah satu sudut di provinsi Jawa Timur. Sebuah kabupaten yang cukup dibanggakan penduduknya, dan cukup disegani kota – kota disekitarnya karena berisi masyarakat yang begitu ramah dalam bertutur sapa.
Tak terasa Bojonegoro tercinta ini telah kembali menambah kematangannya. Laskar Angling Dharma telah berubah wajahnya disbanding setahun yang lalu. Dengan perayaan ke 332 yang jatuh pada tanggal 17 oktober 2009 esok. Tangan – tangan yang baru dengan semangat yang sama dalam memajukan bojonegoro di masa mendatang. Semangat hari jadi untuk bersama – sama memmbuat Bojonegoro lebih baik di hari – hari selanjutnya.
Tapi sayangnya, semarak hari jadi bojonegoro sama sekali tidak mendapat ruang disudut hati kami sebagai pelajar di Bojonegoro. Bagaikan menghadiri acara ulang tahun orang yang tidak dikenal. Semuanya berlalu begitu saja. Tak berbekas. Terkadang aku pun tidak mengetahui apa yang harus dilakukan untuk menunjukkan jika aku sedang ikut menyemarakkannya. Sedangkan angina kencang yng dihembuskan punggawa – punggawa besar kota bojonegoro tak sampai ke sekolahku atau pelajar – pelajar yang lain. Kami bagai hidup dibalik tembok beton yang buta akan keadaan yang tengah terjadi. Tak ada perbedaan. Semuanya biasa – biasa saja.
Kami seperti di tuding oleh beribu – ribu tangan sebagai kacang yang lupa kulitnya. Kami tahu tentang sejarah ASEAN. Kami mampu menceritakan hebatnya Perang Dunia I maupun II. Tapi mengapa sejarah kota Bojonegoro kami tak pernah tahu? Bahkan mungkin tak pernah mendengar. Sedangkan aku atau pelajar lain yang lahir dan menuntut ilmu di Bojonegoro menjadi merasa malu. Menyandang predikat sebagai generasi muda yang lupa akan tanah kelahirannya, kota kecil yang membesarkan namanya, membuat kami merasa tercambuk. Di salah satu ruang hati kami, kami sangat ingin mengenal tanah kelahiran yang memperbolehkan kami semua tumbuh diatasnya, sukses diatasnya.
Saya dan tentu banyak orang lainnya ingin memberikan yang terbaik untuk kota kecil yang sangat kami sayangi. Tapi kami takut, kami malu. Karena kami belum mengenal kota kelahiran kami, sebaik ia mengenal dan melihat kami tumbuh.

Kamis, 01 Oktober 2009

Sekarang aku...

Rasa penat dan waktu yang terlalu begitu cepat kini dirasakan oleh remaja di usiaku. Saat dimana masa depan benar – benar akan dipertaruhkan. Begitu cepatnya waktu berlalu, begitu tak kentaranya kedewasaan mulai kupijak satu demi satu. Dan disinilah aku bersama beratus – ratus anak di SMA kita tercinta SMAN 2 Bojonegoro yang terus berjuang untuk belajar. Mendalami materi – materi yang telah di ajarkan mulai dari kelas X. mencoba meraba tujuan hidup yang ingin kami lalui. Dan disinilah kami. Yang berusaha mempergunakan waktu sebaik – baiknya. Meski terkadang disela – sela kami belajar, tatapan yang sedikit iri dan cemburu kala melihat tawa riang dan canda yang tengah dirasakan adik – adik kelas. Meski begitu, aku sadar, kami tahu. Kami pernah merasakannya. Karena kami adalah siswa kelas XII. Kakak tertua di sekolah ini. Menggantikan kakak kelas kami dulu yang kini telah lulus dan kembali mengenyam pendidikan di gedung yang berbeda dari kami. Dan disinilah kami, bertarung dengan buku dan hanya mengenang tawa yang telah kami lalui saat menjadi seorang “adik”.
Terselip kekecewaan disaat sadar mengapa kami tiba – tiba telah berada di bangku kelas XII. Tak ada lagi belajar nyantai, nongkrong dan membolos sesuka hati. Serasa baru kemarin kami mendaftar dan diterima di SMADaBo ini. Serasa baru kemarin sore kami selesai menjalani MOS dan bangga memakai seragam putih abu – abu. Seperti baru semalam kami berkenalan dan bercanda dengan teman – teman yang tak kami kenal di SMP. Namun hari ini, kami telah bersiap diri untuk meraih prestasi dan menjajaki kehidupan dan mendalami pendidikan yang lebih tinggi. Dengan kata lain, kami akan segera menaggalkan seragam putih abu – abu ini esok. Seragam putih abu – abu yang sangat kami banggakan. Seragam yang begitu kami senangi hingga ajang “pamer” ke sekolah SMP menjadi favorit bagi kami. Seragam putih abu – abu yang bertuliskan SMA Negeri 2 Bojonegoro, sekolah yang begitu kami sayangi. Dengan orang – orang yang kami cintai berada di dalamnya. Teman, guru, pak penjaga sekolah, hingga bu kantin. Mereka semua mengisi sebagian besar memori yang terselip manis didalam hati.
Ada rasa tak ingin meninggalkan ini semua. Tapi sinar masa depan yang terus menyinari kami hingga menawarkan cahaya pada kami yang tengah terperangkap dalam kegelapan, membuat kami ingin meraih dan mendekapnya. Meski berat untuk melepaskan ini semua. Tak ada lagi acara ngerjain adik kelas, ngerumpi di kantin sambil ketawa – ketawa, semuanya berganti dengan segala persiapan kami mendaki ke tempat yang lebih tinggi. Tampat paling tinggi hingga mudah untuk meraih bintang – bintang kami. Bintang – bintang yang telah diimipikan sejak kecil, bintang – bintang yang menjadi harapan terbesar , bintang – bintang yang bisa menjadi kebanggaan kami dan keluarga kami. Kami akan berusaha. Seperti kakak kelas yang telah mendahului kami sebelumnya. Dengan semangat yang membara, kami bertekad untuk memenangkan pertempuran ini. Pertempuran yang berpuncak pada UAS nanti. Kemenangan yang berarti harus menaggalkan baju putih abu – abu favorit kami.
Untuk para adik – adik kelasku. Warnailah masa SMA mu dengan cerita yang penuh dengan keceriaan. Jadikan sekolah SMA mu sebagai tempat yang akan kalian rindukan saat kalian telah jauh darinya. Tersenyumlah pada kebahagiaan dan menangislah pada kesedihan. Itulah yang akan menjadi kisah tak terlupakan dan sangat dirindukan saat dikenang. Lakukanlah hal – hal positif yang bisa kalian lakukan. Tanpa tindakan yang buruk hingga berujung penyesalan. Itu akan menjadi memori yang tak terluapakan saat kalian hanya mempu mengenangnya tanpa bisa melakukannya lagi. Karena yakinlah, kalian akan ada di tempatku, esok…

Minggu, 26 Juli 2009

Putus Cinta, Biasa Saja

Langit yang selalu cerah bagaikan tersihir untuk selalu tampak mendung dan rasa sesak dalam dada selalu mengikuti kemana pun kaki akan melangkah. Itulah rasa yang umumnya dirasakan saat mengalami akhir menyedihkan dari sebuah cerita cinta atau akrab kita sebut putus cinta. Segalanya bagai nampak tidak menyenangkan, tidak bersahabat, dan menarik nafas panjang menjadi pengiring saat kita mencoba mengingat kembali kenangan – kenangan indah bersamanya. Hingga akhirnya untuk beberapa saat merasa menjadi manusia paling menyedihkan di dunia sampai lupa bagaimana cara untuk tersenyum dan tertawa meski banyak kejadian menyenangkan yang terjadi di sekitarnya.
Sihir dari putus cinta sama dahsyatnya dengan sihir jatuh cinta. Sama – sama memiliki kemampuan untuk berbuat hal – hal yang diluar akal sehat. Keduanya memiliki kemampuan untuk mengubah seseorang menjadi orang lain. Jika saat jatuh cinta akan membuat orang yang terkena virusnya terkena sindrom cengar – cengir alias selalu tersenyum setiap saat. Ketika virus cinta itu hilang dan digantikan oleh kuman – kuman penyebab sakit hati membuatnya akan terus meratapi dengan tangis yang tiada habisnya. Dulu saat kegiatan melihat si dia menjadi rutinitas tiap harinya, namun tiba – tiba rutinitas untuk menghindar dan tak ingin melihat wajah orang yang pernah bertahta dalam hati ketika kita tak lagi mengikat kasih dan cinta dengannya sebagai seseorang yang “spesial” akan menjadi hukum tak terbantahkan dalam tiap detiknya.
Waktu – waktu luang yang dimiliki hanya dihabiskan dengan pandangan lurus ke depan, tatapan kosong, namun dengan pikiran selalu memutar rekaman – rekaman indah yang makin membuat miris hati yang mengingatnya. Seperti ending sinetron yang mudah ditebak, pada akhirnya akan ada bulir – bulir air bening yang menetes di kedua pipi orang yang hatinya lebih dulu menangis. Tangisan yang berisi lirik – lirik dengan berbagai kata “mengapa”.
“mengapa hal ini harus terjadi dengan kita?”
“mengapa harus begini jadinya?”
“mengapa dia tega dengan kita?”
Dan masih banyak lagi pertanyaan mengapa yang seharusnya mampu kita jawab sendiri. Selain melamun yang secara tiba – tiba menjadi hobi, efek lain yang ditimbulkan adalah Mendengarkan lagu – lagu menyedihkan, dan mendengarkan lagu – lagu yang pernah menjadi lagu kebersamaan atau memiliki kenangan – kenangan khusus, menjadi jadwal yang wajib diikuti. Baru kemudian bersepeda mengitari kota tanpa tujuan dianggap suatu hal lumrah dan disebut sebagai refreshing. Meski pada akhirnya entah sadar atau tidak stir yangdikendalikan akan mengarah ke tempat dimana pernah terjadi suatu hal indah disana. Yang membuat segalanya pantas disebut kenangan. Tentu dapat ditebak,menangis adalah hal yang akan selalu dilakukan. Bagai menelusuri berbagai macam jalan, tapi hanya ada satu jalan di ujungnya. Layaknya melakukan suatu hal dengan tangisan sebagai garis akhirnya. Meski hal – hal percuma yang dilakukan hanya akan membawa pada rasa pedih dan tangis pilu, tapi sedikit orang yang mencoba untuk segera bangkit dan membuang itu semua. Kebanyakan justru terlena dengan rasa sakit itu, atau bahkan menikmatinya.

Meskipun bagi sebagian orang, putus cinta merupakan hal yang wajar, sewajar perasaan jatuh cinta yang mampu mengubah dunia. Namun ada pula orang yang menganggap putus cinta adalah hal yang luar biasa dengan menaggapinya berlebihan. Seseorang pernah berkata padaku bahwa putus cinta adalah dimana seseorang akan memposisikan dirinya kembali seperti semula. Yang dulunya sebelum mengenalnya masih bisa menjalani hari dan tertawa, mengapa kini tidak bisa? Mungkin memang butuh waktu untuk belajar menjalani hari tanpa seseorang yang dulunya selalu ada untuk sekedar berbagi suka dan luka, canda serta air mata dan kini telah tidak ada lagi untuk melakukannya.jika boleh menymbang pendapat, bagiku putus cinta merupakan akhir sebuah cerita tentang mengenal seseorang dan bersiap membuka lembaran baru untuk mengenal orang lain. Kita sebagai remaja masih punya banyak waktu untuk mengenal lebih banyak lagi lawan jenis kita. Jangan sampai hanya karena kata putus, membuat dunia kita menjadi hancur dan tidak bersemangat hingga menjauhdan menarik diri dari lawan jenis adalah keputusan terbaik.
Didunia yang sangat luas ini tercipta 2 hal yang pasti akan selalu ada. Ada hitam, ada putih. Ada jahat, ada baik. Dan ada pertemuan pasti ada perpisahan. Didunia ini memang tak ada pertemuan yang abadi, dan mengutip dari penulis novel “cinta pertama” bahwa layaknya pertemuan, perpisahan pun tak ada yang abadi.
So, buat kamu – kamu yang baru putus atau ditinggal kekasih hati, ga’ perlu menjauh dan memutuskan tali persaudaraan antara keduanya. Meski awalnya sulit, tapi bersahabat pasti akan jauh lebih indah dari bermusuhan. Dan jangan pernah berpikir bahwa segalanya telah berakhir. Buktikan pada dunia kalau kamu mampu lebih baik tanpa dia. Teruslah gapai cita – cita dan torehkan prestasi sebanyak mungkin hingga membuat orang yang telah meninggalkanmu merasa menyesal karena telah membuang mutiara yang tak ternilai harganya.
Come on friends, it’s time to you!

Jumat, 24 Juli 2009

SMADA Adakan Program Kembangkan Bakat Siswa

SMADaBO-ada yang berbeda di sekolah kita tercinta ini. Semua siswa SMAN 2 Bojonegoro terlihat sangat senang di setiap hari jum’at. Mengapa? Yups. Karena pada hari inilah semua siswa dapat mengembangkan bakat yang ada dalam diri mereka dan selama satu hari ini lepas dari berbagai pelajaran. Jadi, sekolah kita memiliki program baru yaitu menyisipkan hari khusus untuk memupuk potensi yang ada dalam tiap siswa. Memberi sedikit hiburan di tengah kepenatan proses belajar mengajar. Hari khusus ini diikuti seluruh siswa dari kelas X, XI, dan XII yang sebelumnya telah diberi angket untuk memilih bidang dalam mengembangkan bakat dan minat mereka. Mulai dari olahraga, jurnalistik, pengetahuan, kesehatan bahkan religi.
Minggu ke 3 dalam bulan juli ini menjadi langkah awal dalam memulai hari jum’at sebagai hari pengembangan diri. Hal ini akan rutin dilakukan dalam tiap minggunya setelah sebelumnya pada pukul 06.45-07.00 para siswa tetap melaksanakan kewajibannya untuk melaksanakan kebersihan dan membersihkan kelas serta lingkungan sekolah. Wali kelas menjadi Pembina dalam kegiatan jum’at bersih ini, baru kemudian para guru Pembina membimbing murid-muridnya dalam proses pengembangan diri.
Meski pada mulanya ada pihak yang kurang “ngeh” dengan adanya hari pengembangan diri, namun pada kenyataannya hal ini tidak mempengaruhi pelaksanaanya. Alasan yang dijadikan kurang “ngeh”nya hari pengembangan diri adalah para siswa merasa tidak nyaman dengan jadwal pulang sekolah yang menjadi lebih lambat dari biasanya. Hari selasa hingga kamis, para siswa pulang pukul 14.00, hari sabtu dan seninpulang pukul 13.15. Tapi banyak siswa tetap berminat dalam mengikuti hari pengembangan diri, “aku suka – suka aja dengan adanya jadwal baru kaya gini. Rasanya ada yang beda aja dari sekolah lain. Terus karena hari jum’at jadi hari pengembangan diri jadinya waktu sore gak perlu berangkat buat ekskul. Dan waktu buat ikut les dan bimbingan bisa diatur dan gak akan terbentur kegiatan sekolah lagi” komentar seorang siswi yang duduk di kelas XII IPA 1 dan tidak mau disebut namanya ini. “ekskul yang dilakukan hanya di sore hari itu kurang efektif, karena masih ada sejumlah siswa yang tidak mengikuti ekskul apa pun jadi mungkin guru jadi tidak tahu bakat yang ada dalam diri mereka karena mereka tidak pernah mau menyalurkannya” lanjutnya. Setiap orang yang dilahirkan didunia ini pasti memiliki bakat dan potensi, jadi tugas para Pembina untuk selalu membimbing dan memberikan dorongan untuk selalu berkreasi. Dan dengan diadakannya hari pengembangan diri ini, para siswa dapat mengikuti bidang yang sesuai dengan minat dan bakatnya. Serta diharapkan bukan untuk ajang hanya sekedar ikut – ikutan tanpa hasil yang Real.
Meski ini baru merupakan tahap awal atau paling tidak merupakan langkah baru bagi SMADaBO namun tujuan mulia untuk benar – benar memberikan wadah para siswa untuk menyalurkan kreasinya serta dapat dibimbing dan dilihat perkembangannya. Seperti apa yang diungkapkan guru Komputer sekaligus guru Pembina di bidang jurnalistik mengungkapkan, ”hari jum’at yang dijadikan hari pengembangan diri merupakan tahap awal bagi SMA N 2 Bojonegoro dan masih perlu belajar dari pengalaman sekolah lain. Tujuannya adalah agar potensi dan bakat para siswa dapat benar – benar diasah dan dapat dipantau oleh pembinanya”.
Jadi buat para siswa yang sudah terdaftar menjadi siswa SMA N 2 Bojonegoro, ini adalah waktu buatmu untuk mengembangkan bakat sebaik – baiknya. Kobarkanlah semangat dan asahlah potensi yang tertanam dalam diri kalian masing – masing. Buktikan kalau kalian “ada” dan wajib diperhitungkan keberadaanya. Jadilah kebanggaan Orangtua dan SMADaBo tercinta.

Selasa, 31 Maret 2009

Tugas ZZ: Merajut jalan cita - cita

Semua manusia hidup tentu memiliki tujuan. Sebuah angan yang beruasaha untuk dirajut keberadaannya. seutas benang yang mencoba untuk terus kita rajut menjadi sehelai kain dengan motif yang kita harapkan. Meski agak terlau puitis, tapi itulah gambaran tujuan hidup bagiku. tujuan hidup yang lebih nyaring dibicarakan dengan nama Cita - Cita.
memetik kalimat dalam sebuah novel Andrea Hirata yang kuakui kebenarannya, "Semua manusia adalah sama. Yang membedakan adalah semangat menghadapi dan menjalani hidup" termasuk semangat dalam menggapai cita - cita. Semua insan di dunia ini tentu memiliki cita - cita. Namun terkadang cita - cita itu hanya berakhir menjadi sebuah angan kosong. Banyak orang hanya berani bermimpi, berangan dan berkhayal tanpa berani berusaha mewujudkannya. Dan kata yang tepat untuk melukiskan orang - orang seperti itu adalah: Pecundang.
Namun di sisi lain ada pula makhluk - makhluk tak berdaya yang akhirnya kecewa karena mimpi atau cita - cita mereka kandas di tengah jalan. Dan berbagai cobaan dan rintangan yang sanggup menggoyahkan iman kita saat kita ingin merajut jaring - jaring mimpi, melanda kita saat kita beranjak remaja. Saat hati kita belum memiliki pegangan, emosi kita masih belum stabil, dan pikiran kita masih rancu dalam membedakan yang benar dan salah. Cita - cita kita terombang - ambing disini.
Saya, Kamu atau Kita Semua yang masih berstatus sebagai siswa yang tengah membangun jalan untuk mewujudkan mimpi, sebenarnya pun tengah menghadapi kesulitan yang kasat mata. Kesulitan yang begitu dicemaskan banyak orang tua. Pergaulan, Tekhnologi dan Lingkungan, benar - benar menentukan nasib kita. Kita harus pandai dalam memilih dan memilah agar kita tidak salah.
Ada kalanya kita begitu senang saat bersama teman - teman, bercanda ria, bergosip, nongkrong, jalan - jalan, belanja, dan banyak rutinitas yang sebenarnya tidak terlalu penting tapi menyerap sebagian besar waktu kita. Saat orang tua kita tidak memperbolehkan kita untuk Hang Out, kita langsung memiliki pikiran negatif. Orang tua kolot lah, ga' gaul lah, cerewet lah, dan banyak berbagai makian yang lama - lama menggunung saat frekuensi kemarahan mereka bertambah di setiap harinya.
Berbagai tawaran menarik dari begitu banyak GSM maupun CDMA membuat kita tak ingin jsuh - jauh dari Counter Pulsa. Menyambangi Counter seperti menjadi rutinitas yang sangat penting daripada singgah ke perpustakaan atau toko buku. Guru yang mengajar dengan semangat pun kalah dengan getar Handphone yang begitu pelan. Hingga rutinitas SMSan saat pelajaran sudah seperti membaca kata "Amin" setelah membaca surat Al-Fatihah. Belum lagi berbagai sinetron, film maupun reality show yang terus diminati daripada channel pengetahuan yang makin lama kian lenyap.
Melihat banyak orang disekitar kita yang asyik tertawa maupun bernyanyi pasti membuat iri hati kita saat kita tengah membaca buku pelajaran yang sangat membosankan. Ketika pikiran telah seperti itu, pandangan soal buku telah berubah. Bukan lagi gudang ilmu maupun jendela dunia, tapi buku monoton yang begitu monoton, membosankan dan sangat tidak menghibur. Dan entah darimana, keberanian melempar buku jauh - jauh dan berlari bergabung dengan keramaian semua tetangga di sekitar kita seperti menjadi ending cerita yang sudah rutin diputar.
Tanpa kita sadari, itulah yang sedang melanda kita. Yang mengobrak - abrik jalan cita - cita yang tengah kita bangun. Menurunkan semangat belajar dan juang kita dalam memerangi rintangan untuk mencapai cita - cita. Oleh karena itu sepatutnya kita benar - benar membentengi hati kita. Buka mata kita dan berpikiranjanglah jauh ke depan. Jangan sampai kita hanya menuruti kesengangan sesaat yang akhirnya membuat kita menyesal selamanya. Saat teman sekelas kita asyik jalan - jaln atau ngobrol ngalor ngidul yang tidak bermanfaat, tetap pegang teguh prinsip untuk selalu belajar. Ketika dering Handphone yang dengan merdunya merayu kita untuk diangkat atau membuka sms, lebih baik matikan. Daripada memcah konsentrasi belajar, dan menurunkan minat kita terhadap apa yang tengah kita tekuni. Saat yang lain tengah asyik dengan kegiatannya yang menurut kita sia - sia. Tetap berpikir positif bahwa apa yang kita lakukan adalah benar.
Untuk menggapai cita - cita memerlukan keringat yang tidak lain adalah pengorbanan. Untuk menghasilkan keringat kita harus bekerja dan mengalami rasa sakit atau pahit yang dalam relaita adalah usaha dan semangat. Namun yakinlah bahwa berbagai usanha yang telah kita lakukan, kobaran semangat yang selalu menyala, akan terbayar di kemudian hari. Dan bayaran yang kita dapatka adalh kebahagiaan yang dapat pula dirasakan orang - orang terdekat kita.

Jumat, 13 Maret 2009

Tugas ZZ 4: SMADA sibuk siapkan siswa dalam kejuaraan Pkn

Banyak siswa tengah asyik melangkahkan kakinya pulang ke rumah masing - masing. Pemandangan berbeda terlihat di sebuah kelas di SMADaBO tercinta. Sosok guru Pkn, Pak Siswanto sama sekali tidak terlihat lelah. Beliau malah tengah asyik menggembleng ketiga siswa pilihannya untuk mengikuti lomba Pkn Se-Kabupaten. ketiga siswa pilihannya adalah Bakhtiyar Mei H. (XI-IA 1 ), M. faris Al hakim (11 - IA 1) dan Elaine Rohmatin (X-1).
Persiapan yang dilakukan sebagian besar mengenai pandangan tentang hukum di Indonesia, penerapannya dan pengetahuan - pengetahuan umum termasuk hafalan tentang UUD 1945. yang paling terlihat serius adalah sosok bakhtiyar. Teman - temannya pun tak pernah melihat Bakhtiyar tidak membawa buku. Mulutnya yang berkomat - kamit menandakan bahwa ia tengah sibuk menghafal.
"Saya melihat bahwa ketiga siswa ini memiliki kemampuan lebih dalam menghafal danmenyampaikan pendapat" ujar Pak Sis, guru Pkn kelas 11. Elaine sendiri terpilih untuk mendampingi kakak kelasnya atas rekomendasi dari pak Anam, guru Pkn kelas 10.
lomba yang dilaksanakan secara kelompok besok tanggal 20 maret 2009 di RKPD Bojonegoro melawan SMA N 3 Bojonegoro dan SMK 3 Bojonegoro.
Pelatihan ini dilaksanakan seminggu 2 kali, hari senin dan rabu dari pukul 14.00 hingga pukul 16.00. ketiga siswa terpilih ini langsung dibimbing atas Pak Anam, Pak Sis dan Pak Nugroho, guru mata pelajaran Pkn di SMADaBO.
Materi lomba yang lebih memfokuskan pada TAP MPR, UUD 1945 mengenai Pemilu dan Otonomi daerah membuat siswa terpilih ini harus benar - benar menguasai materi. Persiapan matang yang tengah dilakukan menandakan bahwa SMADaBO ingin menjadi juara di perlombaan kali ini.