segenap siswa di SMAN 2 Bojonegoro terlihat begitu antusias saat membaca update status dari guru TIK SMADaBO Bpk Prawoto. update status beliau berisikan himbauan untuk mengunjungi stand SMADa di Lifeskill Bojonegoro. Lifeskill yang diadakan di SMT (Sekolah Model Terpadu) di pinggiran kota Bojonegoro yang akan dibuka mulai tanggal 30 Oktober 2009 - 1 November 2009.
Acara pembukaanna pun sangat ramai. berbagai stand telah didekorasi berdasarkan tema yang telah ditentukan oleh sekolah masing - masing. halaman SMT yang sangat luas, membuat stand tiap sekolah lebih lebar dan dapat dengan leluasa menampilkan kreasi - kreasinya.
acara Lifeskill yang diikuti oleh siswa SMP hingga SMA se-Kabupaten Bojonegoro dibuka pada pukul 09.00 di GOR SMT yang ditandai dengan upacara pembukaan oleh bapak vupati bojonegoro dan gunting pita oleh Ibu Bupati. hiruk pikuk warga Bojonegoro sangat jelas terlihat. berbagai status sosial dan ekonomi turut ikut andil. mulai dari sejumlah perwakilan siswa SMP yang menjadi penerima tamu, wartawan, staff pengajar, kepala sekolah, dan pejabat pemerintah serta pendidikan. warna asli budaya Bojonegoro benar - benar terlihat disini. para siswa SD sampai SMA se-Kabupaten bersatu untuk memberi sambutan pada mereka yang hadir. berbagai suguhan mulai dari karawitan, hadrah, oklik bahkan tarian modern dan tradisional bisa padu tanpa menonjolkan perbedaan. alunan lagu "Kutho Ledre" dan "Mbangun Deso" benar - benar meresap dalam hati dan membuat pendengarnya ikut bangga atas apa yang kita sebut sebagi budaya.
lagu - lagu daerah yang begitu menyentuh kalbu langsung berganti dengan cambukan - cambukan semangat saat mendengar sambutan Bpk. Zaenudin dan Bpk. Suyoto.
sambutan pertama dari Bpk. Zaenudin selaku Ketua Panitia dan Ketua Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro untuk selalu berkreasi dan tidak selalu mengharapkan bantuan dibenarkan oleh Bpk. Suyoto atau akrab kita sapa Kang Yoto selaku Bapak Bupati Bojonegoro. Beliau (Kang Yoto.red) menuturkan bahwa mayoritas siswa, kurang lebih sekitar 90% menginginkan bekerja disektor formal. entah itu Guru, TNI, Polri, Dokter, dll.
"mereka ingin sukses disektor formal" ungkap Kang Yoto.
"namun sektor formal itu hanya menyerap sekitar 10% tenaga kerja yang ada" lanjutnya.
jadi bisa ditarik kesimpulan, bahwa sisanya yakni 80 % akan merasa gagal. semua orang terlanjur memiliki pandangn bahwa bekerja di sektor formal adalah lebih baik.
"tapi yakinlah, bahwa bekerja dengan mengandalkan kreatifitas akan lebih baik" imbuh beliau.
kita sebagai generasi penerus bangsa jika hanya mengandalkan otak tanpa mengandalkan kreatifitas, pasti akan kalah saing.
jangan hanya menggantukan perekonomian pada wadah yang telah ada. semestinya buatlah wadah baru yang bisa menyerap tenaga kerja.
dan untuk itulah Lifeskill ini duiadakan. menunjukkkan kreatifitas dan produk yang dapat dihasilkan dari kreasi itu. menjadi orang pandai yangsukses lebih sulit daripada menjadi orang pandai tapi merasa gagal.
semoga Bojonegoro kita bisa lebih maju dan tetap menjadi Bojonegoro Matoh!!
FotoEfek.com
1 jam yang lalu
