Kamis, 15 Januari 2009

PuTUs CinTA....?? BiaSA aJA...

“Dunia belum berakhir

Bila kau putuskan aku

Masih banyak teman - temanku disini. . .

Menemaniku. . . “

Sepenggal lagu “Dunia belum berakhir” yang dipopulerkan oleh Grup Band Shaden ini menyiratkan berbagai makna. Apabila dari berbagai makna itu kita tarik satu benang merah jawabannya adalah putus cinta, suatu akhir cerita cinta yang pasti pernah melanda kita semua, para kaum remaja, para ABG yang lagi pengen mencoba mengenal lawan jenis yang berhasil menggetarkan hatinya.

Dunia selalu terlihat mendung meski mentari menyunggingkan senyum manisnya. Angin terasa seperti badai meski hanya bertiup sepoi. Hari-hari selalu berlalu dengan kesedihan, penyesalan, dan seribu kata MENGAPA.

"Mengapa dia tega mutusin kita?"

"Mengapa dia ga’ mikirin perasaan kita?"

"Mengapa dulu kita mesti ketemu dia?"

"Mengapa terjadi sama kita?"

Pertanyaan-pertanyaan yang bener-bener bisa bikin kamu tertawa pas kamu udah nemuin kebahagiaan yang lain.

Putus cinta, sedih? Okelah ga’ papa, tapi jangan terlalu sedih alias keterusan sampe hiperbola banget dong! Cuma kehilangan kasih sayang dari satu orang aja masa’ sampe bikin kita kiamat sich?!?!

Kaya’ ga’ laku aja. . .

Pernah ga’ kamu berpikir bahwa mungkin orang yang sedang kamu tangisin itu lagi berduaan sama cewek lain? Atau orang yang tiap hari ada dipikiran kita, ga’ pernah sedetikpun mikirin kita? Tragis banget kan. . .


Mestinya kita pikir buat apa sich nangisin orang yang udah ninggalin kita?


Semua hal di dunia ini memiliki 2 sisi, layaknya mata uang. Ada baik, ada buruk. Ada putih ada hitam. So, ada senang pasti ada sedih, itulah kehidupan! Kalau maunya senang terus ya di surga. ya ga?

Terus gimana dong kalo lagi putus cinta?

Putus cinta kan cuma memposisikan diri kita seperti awal lagi. Sebelum kenal dia, sebelum ada dia kita masih bisa jalani hari kan? Ga’ sulit koq. . .

Ada juga yang pernah mengatakan padaku,” Jika kamu putus cinta, buktikan padanya bahwa dia akan menyesal telah meninggalkan kamu”

Yang berarti, kita masih bisa tersenyum, masih bisa menorehkan prestasi, masih bisa membuat orang lain bangga, dan bisa membuatnya menoleh dan bertepuk tangan padamu. Buktikan kalo kamu bisa meski tanpa dia.

It’s the time for you!!

You can be better without. . .

0 komentar: