SMADaBO-ada yang berbeda di sekolah kita tercinta ini. Semua siswa SMAN 2 Bojonegoro terlihat sangat senang di setiap hari jum’at. Mengapa? Yups. Karena pada hari inilah semua siswa dapat mengembangkan bakat yang ada dalam diri mereka dan selama satu hari ini lepas dari berbagai pelajaran. Jadi, sekolah kita memiliki program baru yaitu menyisipkan hari khusus untuk memupuk potensi yang ada dalam tiap siswa. Memberi sedikit hiburan di tengah kepenatan proses belajar mengajar. Hari khusus ini diikuti seluruh siswa dari kelas X, XI, dan XII yang sebelumnya telah diberi angket untuk memilih bidang dalam mengembangkan bakat dan minat mereka. Mulai dari olahraga, jurnalistik, pengetahuan, kesehatan bahkan religi.
Minggu ke 3 dalam bulan juli ini menjadi langkah awal dalam memulai hari jum’at sebagai hari pengembangan diri. Hal ini akan rutin dilakukan dalam tiap minggunya setelah sebelumnya pada pukul 06.45-07.00 para siswa tetap melaksanakan kewajibannya untuk melaksanakan kebersihan dan membersihkan kelas serta lingkungan sekolah. Wali kelas menjadi Pembina dalam kegiatan jum’at bersih ini, baru kemudian para guru Pembina membimbing murid-muridnya dalam proses pengembangan diri.
Meski pada mulanya ada pihak yang kurang “ngeh” dengan adanya hari pengembangan diri, namun pada kenyataannya hal ini tidak mempengaruhi pelaksanaanya. Alasan yang dijadikan kurang “ngeh”nya hari pengembangan diri adalah para siswa merasa tidak nyaman dengan jadwal pulang sekolah yang menjadi lebih lambat dari biasanya. Hari selasa hingga kamis, para siswa pulang pukul 14.00, hari sabtu dan seninpulang pukul 13.15. Tapi banyak siswa tetap berminat dalam mengikuti hari pengembangan diri, “aku suka – suka aja dengan adanya jadwal baru kaya gini. Rasanya ada yang beda aja dari sekolah lain. Terus karena hari jum’at jadi hari pengembangan diri jadinya waktu sore gak perlu berangkat buat ekskul. Dan waktu buat ikut les dan bimbingan bisa diatur dan gak akan terbentur kegiatan sekolah lagi” komentar seorang siswi yang duduk di kelas XII IPA 1 dan tidak mau disebut namanya ini. “ekskul yang dilakukan hanya di sore hari itu kurang efektif, karena masih ada sejumlah siswa yang tidak mengikuti ekskul apa pun jadi mungkin guru jadi tidak tahu bakat yang ada dalam diri mereka karena mereka tidak pernah mau menyalurkannya” lanjutnya. Setiap orang yang dilahirkan didunia ini pasti memiliki bakat dan potensi, jadi tugas para Pembina untuk selalu membimbing dan memberikan dorongan untuk selalu berkreasi. Dan dengan diadakannya hari pengembangan diri ini, para siswa dapat mengikuti bidang yang sesuai dengan minat dan bakatnya. Serta diharapkan bukan untuk ajang hanya sekedar ikut – ikutan tanpa hasil yang Real.
Meski ini baru merupakan tahap awal atau paling tidak merupakan langkah baru bagi SMADaBO namun tujuan mulia untuk benar – benar memberikan wadah para siswa untuk menyalurkan kreasinya serta dapat dibimbing dan dilihat perkembangannya. Seperti apa yang diungkapkan guru Komputer sekaligus guru Pembina di bidang jurnalistik mengungkapkan, ”hari jum’at yang dijadikan hari pengembangan diri merupakan tahap awal bagi SMA N 2 Bojonegoro dan masih perlu belajar dari pengalaman sekolah lain. Tujuannya adalah agar potensi dan bakat para siswa dapat benar – benar diasah dan dapat dipantau oleh pembinanya”.
Jadi buat para siswa yang sudah terdaftar menjadi siswa SMA N 2 Bojonegoro, ini adalah waktu buatmu untuk mengembangkan bakat sebaik – baiknya. Kobarkanlah semangat dan asahlah potensi yang tertanam dalam diri kalian masing – masing. Buktikan kalau kalian “ada” dan wajib diperhitungkan keberadaanya. Jadilah kebanggaan Orangtua dan SMADaBo tercinta.
0 komentar:
Poskan Komentar