Rasa penat dan waktu yang terlalu begitu cepat kini dirasakan oleh remaja di usiaku. Saat dimana masa depan benar – benar akan dipertaruhkan. Begitu cepatnya waktu berlalu, begitu tak kentaranya kedewasaan mulai kupijak satu demi satu. Dan disinilah aku bersama beratus – ratus anak di SMA kita tercinta SMAN 2 Bojonegoro yang terus berjuang untuk belajar. Mendalami materi – materi yang telah di ajarkan mulai dari kelas X. mencoba meraba tujuan hidup yang ingin kami lalui. Dan disinilah kami. Yang berusaha mempergunakan waktu sebaik – baiknya. Meski terkadang disela – sela kami belajar, tatapan yang sedikit iri dan cemburu kala melihat tawa riang dan canda yang tengah dirasakan adik – adik kelas. Meski begitu, aku sadar, kami tahu. Kami pernah merasakannya. Karena kami adalah siswa kelas XII. Kakak tertua di sekolah ini. Menggantikan kakak kelas kami dulu yang kini telah lulus dan kembali mengenyam pendidikan di gedung yang berbeda dari kami. Dan disinilah kami, bertarung dengan buku dan hanya mengenang tawa yang telah kami lalui saat menjadi seorang “adik”.
Terselip kekecewaan disaat sadar mengapa kami tiba – tiba telah berada di bangku kelas XII. Tak ada lagi belajar nyantai, nongkrong dan membolos sesuka hati. Serasa baru kemarin kami mendaftar dan diterima di SMADaBo ini. Serasa baru kemarin sore kami selesai menjalani MOS dan bangga memakai seragam putih abu – abu. Seperti baru semalam kami berkenalan dan bercanda dengan teman – teman yang tak kami kenal di SMP. Namun hari ini, kami telah bersiap diri untuk meraih prestasi dan menjajaki kehidupan dan mendalami pendidikan yang lebih tinggi. Dengan kata lain, kami akan segera menaggalkan seragam putih abu – abu ini esok. Seragam putih abu – abu yang sangat kami banggakan. Seragam yang begitu kami senangi hingga ajang “pamer” ke sekolah SMP menjadi favorit bagi kami. Seragam putih abu – abu yang bertuliskan SMA Negeri 2 Bojonegoro, sekolah yang begitu kami sayangi. Dengan orang – orang yang kami cintai berada di dalamnya. Teman, guru, pak penjaga sekolah, hingga bu kantin. Mereka semua mengisi sebagian besar memori yang terselip manis didalam hati.
Ada rasa tak ingin meninggalkan ini semua. Tapi sinar masa depan yang terus menyinari kami hingga menawarkan cahaya pada kami yang tengah terperangkap dalam kegelapan, membuat kami ingin meraih dan mendekapnya. Meski berat untuk melepaskan ini semua. Tak ada lagi acara ngerjain adik kelas, ngerumpi di kantin sambil ketawa – ketawa, semuanya berganti dengan segala persiapan kami mendaki ke tempat yang lebih tinggi. Tampat paling tinggi hingga mudah untuk meraih bintang – bintang kami. Bintang – bintang yang telah diimipikan sejak kecil, bintang – bintang yang menjadi harapan terbesar , bintang – bintang yang bisa menjadi kebanggaan kami dan keluarga kami. Kami akan berusaha. Seperti kakak kelas yang telah mendahului kami sebelumnya. Dengan semangat yang membara, kami bertekad untuk memenangkan pertempuran ini. Pertempuran yang berpuncak pada UAS nanti. Kemenangan yang berarti harus menaggalkan baju putih abu – abu favorit kami.
Untuk para adik – adik kelasku. Warnailah masa SMA mu dengan cerita yang penuh dengan keceriaan. Jadikan sekolah SMA mu sebagai tempat yang akan kalian rindukan saat kalian telah jauh darinya. Tersenyumlah pada kebahagiaan dan menangislah pada kesedihan. Itulah yang akan menjadi kisah tak terlupakan dan sangat dirindukan saat dikenang. Lakukanlah hal – hal positif yang bisa kalian lakukan. Tanpa tindakan yang buruk hingga berujung penyesalan. Itu akan menjadi memori yang tak terluapakan saat kalian hanya mempu mengenangnya tanpa bisa melakukannya lagi. Karena yakinlah, kalian akan ada di tempatku, esok…
0 komentar:
Poskan Komentar