beberapa bulan yang lalu, masih tersemat dalm pikiranku saat jemari ini menuliskan baris - baris kata perpisahan bagi adik - adik kelasku di SMA. namun kini jari - jari ini mulai tergugah untuk menari kembali. menceritakan pada kalian, adik - adikku, bagaimana kehidupan pertamaku di universitas.
berbeda. sangat berbeda. pikiran ini rasanya tersengat dengan segala perbedaan antara kehidupan kampus dan sekolah.
mulai cara pikir. berbicara. berpakaian. semua terangkum dalam attitude, etika. dengan tertatih - tatih semua yang merasakan apa yang kurasa mencoba mengimbangi senior - senior kami. perlahan - lahan mulai meninggalkan ciri khas anak SMA yang masih haus akan petualangan.
disini. kami telah dituntut untuk sebuah pengabdian. sebuah proses pembentukan yang tidak bisa dianggap remeh.
aneh memang. tapi mau bagaimana lagi?
kita tidak mungkin terus - terusan menjadi ABG, remaja yang selalu cekikikan tanpa memikirkan masa depan. di ambang ini, semua hal dipertaruhkan. orang tua, kehidupan di masa depan, materi dan waktu. semakin tidak menghargai waktu, waktu pun akan semakin tidak akrab dengan kita. semuanya butuh sistematika, manajement. semua orang bertindak sesuai aturan yang ditentukan.
tak ada lagi perilaku yang slengek'an dan semaunya.
sulit memang.
proses adabtasi ini membutuhkan kerja keras.
persiapkan mental dan fisik yang kuat. karena kehidupan kampus, tak bisa diremehkan seperti kehidupan masa sekolah.
semua berlomba untuk menjadi yang nomor satu, dan tak akan memperdulikan yang kedua.
sebenarnya ada banyak hal yang hati ini coba untuk membaginya. tapi semakin banyak aku mengeluh, semakin terlihat betapa lemahnya aku. dan keluhan - keluhanku itu tak ingin membuat kalian surut nyali dan langkah untuk masuk ke dunia universitas.
proses ini akan mengubah kalian, menjadi pribadi yang berbeda.
aku akan mendengarkan cerita kalian, saat kalian diposisiku kelak...
2 komentar:
Ami... hehehhe...aku baca tulisanmu seperti aku inta dulukamu masih memimpin di ZZ.
Pak pra berharap..kamu masih terus menulis.Di blog ini. keluarkan semuanya.tidak untuk berkeluh atau menyesali, tapi lebih pada berbagiuntuk dimenegrti supaya mereka biartahu.Supa mereka jugat au kalo gurunya tidak hanya omong doang.
tulis dan teruslah menulis untuk hidup mu yang kelak akan menjadi abadi dengan menulis.
hehehe iya pak...
pengen bgt msh terus nulis.
tp y kdg ky nemui kendala yg sama gara" uda jarang nulis, g tau mesti nulis apa...
wkwkwkwk
kpn" adain reuni ZZ dari awal pembentukan po'o pak....
Poskan Komentar