Senin, 07 Februari 2011

bijak dalam cinta

pagi ini aku terbangun dengan rasa yang sangat sesak dalam hati.
bukan karena penyakit jantung yang sedang marak di kalangan selebriti tanah air, tapi lebih karena penyebab lain.
cinta.
pasti kebanyakan orang akan merasakan sakit dan sesak ini saat mereka kehilangan orang yang mereka sayangi. tau lebih trend disebut dengan broken heart, patah hati.
tapi tidak buatku. ada hal yang lebih membuatku sesak. lebih membuatku tercekik.
rasa itu adalah rasa takut kehilangan.
takut kehilangan sesuatu yang kita jaga.
rasa takut kehilangan orang yang kita sayang. dimana hampir tiap hari kita tak pernah lepas untuk memikirkannya. rasanya otak ini tak pernah lelah memikirkannya.
pernahkah kalian mengalami hal ini?
kalau pernah berarti sama denganku.
perasaan ini membuat segalanya menjadi tidak nyaman.
kita menjadi lebih sensitif terhadap segala hal yang tidak masuk akal, meskipun hal itu seharusnya tidak harus dipikir rumit oleh logika.
ambil saja contoh dimana orang yang kita sayang sedikit terlambat membalas sms kita. pastilah pikiran kita langsung berkecamuk dan penuh dengan hal - hal negatif.
rasa takut kehilangan membuat kita lebih overprotektif, lebih mudah cemburu, dan lebih banyak menerka - nerka.
lalu apa yang membuat kita bisa berubah seperti itu?
kita terlalu banyak menakar cinta yang kita berikan pada pasangan kita.
aku ingat ada seorang temanku yang berkata,
"jika kita terlalu banyak menakar gula dalam secangkir kopi, saat kita kehabisan gula, maka rasa pahit yang akan kita rasakan"
itu benar.
saat kita terlalu berlebihan dalam memberikan suatu perasaan cinta pada seseorang, dan sebaliknya pasangan kita tidak bisa membalas cinta kita -yang kita rasa- tidak sebesar cinta yang kita berikan, pastilah kita merasa bahwa pasangan kita tidak lagi menginginkan kita. berpikir bahwa pasangan kita berubah, dan sebagainya.
itu salah.
dalam menjalani hubungan, utamakan kepercayaan satu sama lain.
utamakan logika daripada perasaan. meski cinta lebih banyak menuntut pada perasaan, tapi ketahuilah, rasa cemburu yang berlebihan berawal dari perasaan alias feeling.
yang biasanya tanpa di dasari bukti yang kuat.
oleh karena itu, saat perasaan takut kehilangan itu muncul, percayalah bahwa dia akan baik - baik saja.
berikan kepercayaan penuh pada pasangan kita bahwa dia mampu menjaga hati kita. berikan dia kesempatan untuk menjelaskan saat dia bersalah. karena aku yakin, saat kita marah padanya, kita pun tetap merasa tidak mampu untuk melepaskannya.
jadi lebih baik kontrol rasa cinta yang berlebihan agar tidak menjadi pemicu retaknya sebuah hubungan.
mencintai seseorang dengan tulus lebih mudah daripada memaksa seseorang mencintai kita seperti apa yang kita inginkan.
dan menjadi setia pun lebih mudah daripada mengharapkan sesorang setia pada kita.
dan yakinlah,
bahwa suatu saat akan ada orang yang setia untuk orang yang setia.

0 komentar: