(True Love Never Die, Yes or No part 2 )
Pernahkah ketika kamu melihat dan mendengar kisah temanmu, kamu pernah merasa ada diposisi itu? Ikut membandingkan pilihan yang akan dia pilih dengan apa yang telah kamu pilih dan kamu tempuh?
Salah satu situasi yang paling sering keluar kalimat “aku juga pernah di posisi itu” adalah saat – saat dimana ada seseorang yang tengah patah hati, terluka, dan mencoba bangkit dan beranjak dari kesedihan yang membelenggu dengan rantai kuat bernama masa lalu.
Saat aku jatuh cinta. Aku tak bisa memberikan alasan apapun kenapa aku bisa jatuh cinta. Semua hanya terjadi begitu saja. Karena tiba – tiba hanya ada yang aneh disini. Didalam hati.Cinta itu indah. Tak peduli dengan siapa kamu jatuh cinta. ( True Love Never Die, Yes or No part 1)
Memang benar begitu adanya. Cinta memang tidak salah. Tidak ada aturan manapun yang menuliskan sebuah syarat untuk jatuh cinta.
Namun cinta itu terlihat salah ketika orang itu mengatas namakan cinta untuk menyakiti orang lain. Cinta itu tulus. Cinta tidak menuntut apapun. Tapi kita, seseorang yang memiliki hati dan sekaligus menjadi tempat tinggal cinta itu yang membuat cinta terlihat salah.
Jika kamu mempertahankan 1 cinta dengan mengorbankan dan menyakiti begitu banyak cinta dari orang lain, dan berharap suatu saat nanti orang – orang disekitarmu tidak keras kepala dan menerima keputusanmu, aku tidak menyalahkan. Tapi simaklah apa yang akan kutuliskan ini.
Bagi sebagian orang, cinta itu layak untuk diperjuangkan. Karena menemukan orang yang bisa mencintai dan dicintai dengan sepenuh hati itu tidak mudah. Sangat sulit untuk bisa menghabiskan waktu seumur hidup kita dengan orang yang tidak kita cintai, tanpa ada perasaan nyaman dan saling membutuhkan semuanya akan terasa begitu hambar. Hidup tanpa ada seseorang yang menjadi termometer semangat dalam keseharian kita membuat dunia begitu sepi.
Namun jangan karena memprioritaskan perasaan cinta itu, membuat kita lupa rasa cinta yang kita dapat dengan orang di sekitar kita. Mengorbankan banyak cinta demi 1 cinta.
Akan ada suatu saat dimana kita sadar bahwa kita telah terlalu dibutakan cinta. Menyadari adanya pengorbanan yang berlebihan. Terlalu banyak menakar gula dalam secangkir kopi sama halnya dengan terlalu banyak memberi cinta dalam suatu hubungan. Hingga akhirnya tidak siap untuk menghadapi sebuah perpisahan.
Cinta memang layak untuk diperjuangkan, tapi cinta itu tidak untukdipaksakan. Dipaksa untuk terwujud dan terealisasikan.
Itulah sebab mengapa ada kata cinta tidak harus memiliki. Karena cinta yang tulus itu akan tahu bahwa dengan melepas orang yang kita cintai bukan berarti kita berhenti mencintainya, tapi lebih berharap akan ada seseorang yang jauh lebih layak dan lebih tepat untuk membahagiakannya.
Jadi apa sebenarnya apa cinta sejati itu ada?
Kalau menurutku cinta sejati itu ada.
Cinta sejati itu ada dan akan terus hidup dalam hati kita. Hatiku, hatimu dan hati kita semua yang memiliki cinta.
Dan orang yang menjadi cinta sejatimu bisa saja orang yang menemani dan disampingmu saat ini, atau orang yang telah kau tinggalkan, atau orang yang tak pernah tersampaikan perasaannya.
Jadi yang memiliki sifat dasar cinta yang tulus dan apa adanya hanyalah cinta sejati. Entah itu termiliki atau tidak. Entah itu terikat atau sudah lepas. Entah itu terucap atau hanya tersimpan.
Cinta sejati hanya hati kita masing – masing yang tahu.
Namun yang aku tahu, cinta sejati itu indah.